DIROSAH MAKTABIYAH
Dipublikasikan pada 03 October 2026
BANYUMAS 27 September 2026-Buku adalah harta karun sangat berharga bagi seorang penuntut ilmu. Semua itu sudah diterangkan dengan sangat jelas oleh para ulama dalam kitab kitab mereka berkenaan tentang pengaruh dan kemuliaanya. Ada sebuah kaedah yang mungkin cukup untuk mewakili tentang betapa buku adalah sesuatu yang sangat penting,” ma la yatimul wajib illa bihi fahuwa wajib” Apa yang dengannya sebuah kewajiban tidak akan sempurna (terpenuhi) maka hal itu menjadi wajib.
Didalam kitab al-Musyawwiq dikatakan “Seandainya bukan karena buku-buku, niscaya ilmu-ilmu akan musnah dan tidak akan pernah ada. Hal ini merupakan kekeliruan dari orang yang mencela tindakan memperbanyak buku. Seandainya pendapatnya dituruti, niscaya ilmu-ilmu akan rusak/binasa, orang-orang bodoh akan merintangi para ulama dalam hal ilmu, dan mereka akan mengklaim apa saja sekehendak hati mereka!! Maka seandainya bukan karena kesaksian buku-buku, niscaya akan sejajar klaim orang alim dengan klaim orang jahil
Sore ini para santri dalam rangka ittiba kepada para ulama berusaha untuk suka dan cinta dalam membaca buku. Program dari bagian Maktabah di Pondok Darusalam Banyumas mengadakan kegiatan baca bersama sebagai wujud kecintaan akan ilmu dan juga ahlul ilmi. Yang mana keduanya adalah salah satu bentuk dari syarat keberkahan ilmu.
Kebiasaan membaca di Pondok Darussalam Banyumas menjadi sebuah tradisi yang terus ditekankan kepada para santri. Bagian Maktabah memberikan pengawasan dan memastikan tidak ada santri yang tidak membaca buku setiap harinya. Semua itu bertujuan membentuk kedisiplinan mereka dalam belajar dan juga menambah wawasan keilmuan mereka yang mungkin tidak mereka dapatkan di ruang ruang kelas. Diantara buku buku yang dibaca adalah tentang ilmu ilmu keagamaan seperti aqidah, fiqih dan juga tazkiyatun nafs. Selain itu ada juga buku buku sejarah, motivasi dan juga nasehat nasehat para ustad yang dituliskan.
Selain membaca, mereka juga melakukan resensi buku. Yaitu mengulas apa yang sudah mereka baca dihadapan teman temannya yang lain, setelahnya berlanjut dengan diskusi. Momen kehangatan seperti ini menjadi sesuatu yang ditunggu tunggu oleh para santri. Mereka saling sharing tentang apa yang dibaca, saling bertanya dan menjawab.
Dengan adanya kegiatan Dirasat Maktabiyah ini, diharapkan menumbuhkan kecintaan para santri dan juga kebiasaan mereka dalam membaca. Karena bagaimanapun membaca adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Apalagi sebagai seorang muslim, yang menuntut ilmu merupakan kewajiban baginya. Kendati pula dengan membaca, sebagaimana Allah berfirman
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu yang menciptakan.”
Penulis kitab Al Musyawiq dalam menerangkan ayat itu mengatakan, “Terkandung makna yang tidak mungkin terhitung banyaknya dari firman-Nya "اقْرَأْ" (bacalah)—yang merupakan kata kerja perintah (fi'il amr) dari kata "قَرَأَ"—dapat dipahami adanya perintah yang pasti dan tegas untuk membaca, serta anjuran untuk mempelajari dan mengajarkannya.”
Maka dari itu sebagai seorang muslim, membaca adalah sesuatu yang tidak bisa lepas darinya. Karena dengan membaca, selain dia sendiri adalah kewajiban, juga sebagai sarana tersampaikannya kewajiban. Boleh dikatakan membaca adalah kewajiban yang dengannya kewajiban lain tercapai-yaitu kewajiban menuntut ilmu.